Ia pikir dirinya akan benar-benar memegang perusahaan sendiri. Ternyata itu tak sepenuhnya benar. Devan masih terus berada di sekitarnya. Lebih tepatnya, pemuda itu nantinya yang akan mendampingi Zahra. Ini masih perintah dari Deka. Zahra juga tak membantah, toh dia harus ke kampus juga. “Sebentar lagi meeting, pelajari materinya,” kata Devan. “Aku baru datang, Van,” balas Zahra. Tidakkah pemuda itu tahu jika dirinya cukup lelah dari perjalanan menuju ke kantor? “Kalau begitu lo pulang dan jangan harap bisa pegang perusahaan ini lagi,” sahut Devan terlihat santai. Hal ini memberi dampak besar bagi Zahra di mana gadis ini langsung menegakkan tubuhnya dan mulai membaca materi meeting hari ini. Melihat tindakan gadis itu membuat Devan tertawa dalam hati. Sebenarnya materinya tidak jauh be

