"Devan," panggil Zahra. Devan yang fokus menyetir pun hanya melirik adiknya itu dari kursi duduknya. "Ini ... ini bukan jalan ke rumah," sambungnya yang mana tahu betul ke mana arah rumah mereka. Namun, pemuda itu tidak mengarahkan mobilnya ke rumah, melainkan ke arah lain. "Kita makan dulu," jawab Devan yang merupakan alasan kenapa dia tidak langsung pergi ke rumah. "Tapi--" "Gue lapar," potongnya lebih dulu. Zahra pun akhirnya menutup mulutnya. Tadinya dia akan protes karena dia harus segera menyelesaikan rangkuman buku itu. Dan karena takut Devan marah, maka Zahra akhirnya menuruti perintah kakaknya ini. Sepertinya nanti malam dia akan kembali begadang untuk menyelesaikan tugas dari dosen sialannya itu. Mobil Devan terus melaju, tentu saja Jerry telah mengisi bensin mobil ini denga

