Gadis itu nampak gugup ketika dihadapkan dengan bangunan tinggi yang menjulang di depannya. Sungguh menyebalkan perintah dari sang papa yang memintanya untuk datang ke kantor kakak tirinya ini. Seumur hidupnya, dia belum pernah berani datang ke sini, lagi pula dia tidak ada kepentingan sama sekali untuk datang. "Huft." Dia pun memandang ke belakang di mana mobil Nana telah hilang. Ya, dia memang meminta diantar oleh gadis itu, sayangnya Nana sedang sibuk karena sepupunya baru datang, dan dia harus segera ke bandara. Jangan tanya di mana Cindy dan Lara karena kedua temannya itu sudah kabur lebih dulu. "Kamu hanya perlu mengatakan kepada Devan jika Papa ingin dia nanti membaca email yang Papa kirim," titah Deka kepada putrinya itu. "Kenapa Papa nggak hubungi Devan langsung?" sahut Zahra

