Entah sudah kali berapa Deka mencoba membuat kedua anaknya ini tampak akur. Seringkali pria itu memerintahkan keduanya untuk berangkat bersama di pagi hari. Zahra sendiri sudah lelah ketika sang papa terus saja mendesak mereka agar menjadi dekat. Dekat dengan Devan bukanlah hal yang mungkin, itu hanyalah mimpi bagi Zahra. Sekali lagi gadis itu mengembuskan napasnya lelah. Dia enggan menoleh ketika Devan tengah fokus menyetir mobilnya, gadis itu memilih memperhatikan setiap pohon yang mereka lewati. Lebih menarik untuknya. Tanpa Zahra sadari, Devan pun sedang berkelana di dalam pikirannya. Perkataan Bian serta hal yang dilakukannya semalam membuat dirinya merasa aneh. Tidak mungkin dia memiliki perasaan kepada gadis ini, menurutnya Zahra bukanlah tipe gadis yang disukainya, meskipun dia m

