Malam semakin larut. Gadis itu membidik jarum jam yang semakin membuat sudut runcing di sana. Gadis ini mengembuskan napasnya kasar. Kemudian dia membatasi sebagian buku yang sudah ia baca. Zahra kembali merenggangkan tubuhnya. Dengan gerakan kecil, gadis itu meliuk-liukkan tubuhnya kembali. Terasa enak ketika melakukan aktivitas seperti ini pikirnya. Kemudian dia berjalan menuju ke pintu kamar. Dengan keadaan mata yang hampir diambang batas, dia pun berjalan turun ke arah dapur. Dilihatnya lampu depan sudah mati dan hanya menyisakan lampu dapur yang menyala. Sepertinya semua orang telah tidur menurutnya. Dengan cekatan gadis itu mengambil beberapa sendok bubuk kopi dan gula secukupnya yang dituangkan ke cangkir kecil. Kemudian, dia menekam tombol dispenser yang berwarna merah. Sepertin

