Bagian 21 Karin menguap malas, Sarah menggoncangkan bahunya dengan keras. “Karin, shalat shubuh!” serunya, sudah menjadi kewajiban bagi kaum muslimin mengingatkan orang yang baru masuk muslim dan mengajarinya. Karin terduduk, mengucek matanya, beberapa hari ini dirinya merasa bangunnya terlalu awal bahkan matahari saja belum menampakkan diri untuk terbit. Ia teringat sewaktu dirinya muda, ia bahkan bangun jam 9 pagi, paling telat adalah pukul 12 jika ia benar-benar lelah atau malas. “Jam berapa ini?” tanyanya. “Hampir setengah lima, cepat kau berwudhu. Sudah tahu gerakannya kan?” tanya Sarah sambil memakai mukena, Karin mengangguk dan turun dari tempat tidur. Ia lalu mencelupkan jarinya ke air bak mandi, dingin sekali. Karin memaksakan diri berwudhu, segera membasuh mukanya membuatnya s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


