Isabella mengerjap kesulitan. Ia memaksa matanya terbuka. Gadis itu yakin ia sudah membuka mata selebar mungkin, tapi keremangan ruangan membuat ia tidak bisa melihat apa pun. Ia kemudian sadar bahwa ini bukanlah kamarnya. Suara dengkuran halus dari sampingnya membuat Isabella nyaris menjerit. Saat gorden pintu balkon tersibak karena embusan angin, barulah Isabella bisa melihat. Ia sedang berada di kamar Tobias. Dan pria itu sendiri kini sedang terbaring di sampingnya. Isabella mengamati Tobias lekat-lekat, kemudian pada dirinya sendiri. Ia sudah berganti pakaian tidur. Menyadari keadaannya saat ini membuat wajahnya panas. Bagaimana bisa ia berakhir di sini? Lalu kenapa bisa-bisanya Tobias tidur dengan lelap dengan dirinya yang turut berbaring di samping pria itu? Isabella bergeser sedik

