Tobias mengerjap perlahan. Kepalanya mengernyit sakit saat ia berusaha membuka mata. Meski agak kesulitan akhirnya ia bisa bernapas dengan benar. Hal yang ia dapati pertama kali adalah ruang rawat megah dan suara mesin pendeteksi alat vital yang berbunyi konstan. Tidak ada siapa pun di sana. Tobias berusaha mengamati sekitar, mencari jam dinding agar setidaknya mengetahui waktu saat ini. Namun, tidak ada petunjuk. Dengan perlahan Tobias berusaha duduk. "Claire?" panggilnya tanpa sadar. Hening, tak ada respons apa pun. Tobias tiba-tiba merasa gelisah sekaligus konyol. Gadis itu tidak ada. Tumben. Ia tiba-tiba merasa ditinggalkan. Tunggu, sudah berapa lama ia pingsan? Meskipun tujuannya bukanlah agar bisa menikmati waktu tak sadarkan diri karena overdosis, Tobias merasa agak lega setelah

