Suasana masih hening. Di rumah Tobias seolah belum ada kehidupan. Pagi itu matahari bahkan belum keluar kecuali berkas sinar yang masih samar. Namun, Tobias sudah lebih dulu terjaga. Ia tidak melakukan apa-apa. Hanya memandangi Isabella yang kini masih tertidur lelap. Isabella kini sedang berbaring miring ke arahnya, masih tampak benar-benar pulas. Rambut gadis itu tergerai dan membingkai wajahnya dengan sangat baik. Tobias biasanya akan kesal saat tidak bisa menangkap apa pun setelah melihat wajah seseorang—kecuali rasa pusing—namun kini ia merasa tidak keberatan dan … senang. Tangan Tobias terulur, mengelus lembut rambut bagian depan Isabella dengan sangat hati-hati. Tidak ingin membangunkannya, seolah sedikit sentuhan hanya akan menyakiti Isabella. Tobias menopang kepala dengan tangan

