[Harga koin agak mahal karena bab ini lumayan panjang] Isabella merasa tubuhnya mulai mengeras sekarang. Seluruh ototnya berada dalam tahap maksimal. Pelatihan bersama Briano sudah berlangsung kurang lebih satu minggu. Ia mulai merasa akan dipekerjakan sebagai pengawal Tobias dan bukannya sekretaris. Namun, setelah pembicaraan mereka waktu itu, kebersamaannya bersama Tobias memang terasa lebih menegangkan. Isabella juga refleks semakin menajamkan seluruh indranya untuk mengamankan Tobias. “Selamat pagi, Pak. Sarapan kita sudah siap.” Isabella menyambut Tobias yang baru keluar dari kamar dengan setelan kerja. Jas dan dasinya belum terpasang dan beralih ke tangan Isabella. Tobias turun dengan santai menuju dapur. “Apa jadwal kita hari ini?” tanya Tobias begitu ia duduk di kursi dapur. Hal

