Daniel berlari di koridor dengan gelisah dan panik. Di sampingnya, Tobias ikut melaju dengan barbar. Mereka membuka satu demi satu pintu yang dilewati, memeriksa apakah Isabella ataupun Fiorella ada di dalam sana. Namun, yang mereka dapati tidak lain hanyalah para pekerja salon yang sedang menangani tamu masing-masing. Daniel sudah mengumpat beberapa kali, sementara Tobias belum mengatakan apa-apa meskipun wajahnya menampakkan jelas bahwa pria itu akan meledak sebentar lagi. Lengan kemejanya sudah menyingsing hingga siku, begitu pun dengan Daniel. Buku-buku jari dua pria itu juga sudah memar dan basah oleh jejak darah. Beberapa percikan merah itu bahkan ikut mengotori sebagian sisi pakaian mereka. Mereka sedang berbelok di koridor saat tiba-tiba seseorang menabrak dari arah berlawanan. D

