bc

Mantanku Adalah CEO Tampan

book_age18+
199
IKUTI
1.8K
BACA
HE
second chance
heir/heiress
drama
bxg
lighthearted
kicking
bold
brilliant
city
office/work place
disappearance
assistant
like
intro-logo
Uraian

Kaylana terpaksa menjadi sekretaris CEO Karelion Mercues yang merupakan cinta masa lalunya. Kebersamaan keduanya kembali memetik api cinta yang telah lama usia. Disisi lain Kaylana telah memiliki pacar rahasia bernama Liam seorang aktris papan atas, hubungan mereka terpaksa dirahasiakan demi kelancaran pekerjaan yang pria itu miliki. Bagaimana jika Karelion masih mencintainya dan mengharapkan hubungan mereka kembali. Siapakah yang akan Kaylana pilih antara Karelion dan Liam?

“Hei, Butterfly tenanglah. Lion-mu di sini.” ~ Karelion

“Lion..hiks..”~ Kaylana

“Kau kembali datang setelah kisah kita telah usai.”

chap-preview
Pratinjau gratis
Perdebatan
Prang… Brak… Prang.. Apartment kecil yang hanya dapat menampung satu kamar itu menjadi saksi atas amarah yang dilakukan oleh seorang pria putih dengan tinggi 170 cm. Warna cream cat dinding ruangan tidak dapat kembali membawa vibes indah karena kerusakan yang terjadi hingga membuat ruangan berantakan. Mirip seperti kapal pecah. Bagaimana tidak, vas bunga yang tadinya berdiri apik di atas meja hancur berantakan memenuhi lantai. Serpihan kacanya tersebar di mana-mana, sedikit saja lengah maka luka pada telapak kakimu akan kau rasakan. Mawar putih, yang menjadi bunga favorit pemilik apartment tidak terbentuk lagi akibat injakan kaki dari pria itu. Meja makan dan kursi kecil juga menjadi sasarannya hinga terlempar dengan tidak epik. Belum puas, pria itu melempar meja belajar yang terletak pada sisi jendela kamar, hingga beberapa tumpukan buku juga menjadi korban lemparan pria itu. Ia berteriak marah pada seorang gadis mungil yang meringkuk gemetar takut di tepi tempat tidur sembari menutup telinganya erat. Mata cokelat pria itu menatap gadis di depannya dengan tajam dan dengan langkah tegas ia mendekatinya. Tangan lancangnya mencengkram kuat pipi chubby itu dengan hingga meninggalkan bekas kemerahan yang kontras dengan warna kulitnya yang putih. Gadis itu mendongkak menatap wajah marah dari kekasihnya. Gadis itu menangis merintih sakit, “Hiks… sakit Liam.” ucapnya, berharap pria itu berhenti mencengkram pipinya. Tangan mungilnya dengan gemetar berusaha melepas cengkraman pria itu namun tidak berhasil. Bukan merasa kasihan, pria itu malah menoyor jari telunjuknya dengan kuat ke kepala gadis itu hingga tertoleh ke samping. “Sudah ku katakan padamu untuk jangan melakukan hal bodoh!” bentak Liam murka. Giginya bergeletuk satu sama lain, menandakan bahwa ia begitu marah kali ini. Padahal hari ini adalah kesempatan yang bagus untuk Liam mendekati Kiara, seorang aktris cantik yang akan berperan sebagai partner lawan mainnya pada project film barunya. Ia telah mempersiapkan acara dinner romantis dengan dalih membangun chemistry mereka namun semuanya berantakan karena gadis di depannya. Semakin memikirkan itu membuat emosinya kian tersulut, ia dengan kasar mendorong gadis itu hingga terjatuh di kasur. Gadis itu semakin menangis ketakutan. Namun dengan pelan ia bergerak bangkit dan berdiri menatap pria itu. “Maafkan aku Liam hiks… aku tidak bermaksud merusak semuanya. Aku kekasihmu dan ku pikir tidak ada salahnya kita makan malam bersama.” ucapnya mencoba menjelaskan. Ia berharap pria itu dapat mengerti dan berhenti melakukan tindakan kasar padanya. “Kenapa kau belum juga mengerti hah! Yang kami lakukan itu bagian dari membangun chemistry agar proses syuting kami kedepannya berjalan lancar.” bentaknya sembari ia mengusak rambut hitammnya dengan kuat hingga berantakan. “Hiks..aku hanya memperkenalkan diri sebagai kekasihmu, lalu salahnya di mana?” frustasi gadis itu. Ia merasa tidak melakukan kesalahan karena itu benar kebenarannya. Hanya saja hubungan mereka memang tidak di-publish ke media karena Liam melarangnya dengan alasan tidak ingin mempengaruhi pekerjaannya. Sejujurnya ia merasa sedikit keberatan dengan alasan itu, sudah satu tahun ia mengalah. “Salahnya karena kau mengatakan itu langsung di depan Kiara! Aku telah lama ingin satu project film dengannya dan ia tidak ingin melakukan adegan dewasa bersama pria yang sudah memiliki pasangan. Kau paham itu Kaylana!” geram pria itu. Jika film mereka tayang namanya akan semakin terkenal karena mengandeng aktris papan atas seperti Kiara. Siapa yang tidak ingin bekerja sama dengan gadis itu, selain cantik, ia juga memiliki citra yang baik di media sehingga memiliki banyak penggemar. Namanya sangat jauh dari rumor negatif. Semua film yang dibintangi oleh gadis itu pasti ramai diburu penonton. Yang lebih utama, Kiara adalah tipe wanita idamannya. "Lalu bagaimana denganku?” Kaylana menatap Liam tidak percaya, pria itu baru saja mengatakan ingin melakukan adegan dewasa. Apa pria itu tidak berniat berbicara dulu padanya. Tidakkah sedikit pun pria itu memikirkan perasaannya. “Kita telah membahas ini dari lama dan kau setuju. Yang terpenting adalah aku menjadi pacar mu, tentang siapa dan bagaimana aku melakukan adegan syuting itu hanya sebatas pekerjaan.” jelas pria itu tajam. Kaylana menatap pria itu dengan kecewa. Bukan ini yang ia harapkan. Ia hanya ingin menjalani hubungan ini selayaknya pasangan pada umumnya. Berdiskusi bersama, saling memahami, dan membentuk hubungan yang harmonis. Tapi, hubungan yang mereka jalani jauh dari hal ini. Apa memang mereka akan terus menjalani hubungan seperti ini? Apa ia sanggup bertahan lebih lama? “Bukankah seharusnya sebelum menyetujui project itu kau berbicara dulu padaku? Setidaknya aku tahu sehingga kita dapat menghindari permasalahan seperti ini.” ucap Kaylana sabar. Ia mencoba mencari benang merahnya hingga dapat membantu mereka mencari solusi yang terbaik. Liam terkekeh remeh, apa gadis ini sedang bercanda. Ini adalah pekerjaanya dan gadis itu tidak berhak ikut campur. Lagipula ia tidak memandang serius hubungan yang mereka jalani. Ayolah, aktor terkenal seperti Liam juga menginginkan pasangan selebritis yang dapat ia banggakan dan pamerkan pada media. Lalu gadis ini, apa yang menarik padanya? Hanya sekretaris saja, namun berlagak seperti gadis keren yang meminta diakui pada media. Jangan bermimpi. “Untuk apa aku mengatakannya? Meskipun kau adalah pacarku tapi kau tidak berhak mencampuri urusan pekerjaanku. Ingat itu!” tegasnya marah. Semakin lama, ia muak pada gadis ini. Namun saat ini, Kaylana masih ia perlukan untuk melampiaskan amarahnya. Ia perlu seseorang yang sangguh berada di sisinya sebagai tempat untuk menghilangkan stress dan amarahnya. Hanya Kaylana gadis yang sanggup bertahan dan menjadi sasaran empuk untuknya. “Kenapa aku tidak boleh?” teriak Kaylana dengan marah. Mereka adalah pasangan dan menurutnya komunikasi yang terbuka sangat penting untuk suatu hubungan. Jika komunikasi itu telah rusak, lalu apalagi yang dapat menjadi alasan untuk mereka bertahan? Plak… Tamparan keras pria itu layangkan pada Kaylana. Liam menatap gadis itu murka. Ia tidak menyukai jika ada seseorang yang berteriak padanya. Apalagi Kaylana, itu seperti hinaan baginya. Karena tamparan keras yang diterima Kaylana hingga membuat ia tertoleh ke samping. Pipinya panas dan berbekas merah. Sudut bibirnya terluka dan berdarah. Gadis itu membeku, seakaran meresapi rasa sakit yang ia terima. Selain fisik, ia juga merasa hatinya seperti tersayat. Ini pertama kalinya ada yang berani menamparnya, orang tuanya bahkan tidak pernah melakukan kekerasan fisik sedikit pun padanya. Tangan Kaylana mengepal, matanya kembali panas menahan tangis, tubuhnya kembali gemetar takut. Namun gagal, isak tangisnya tidak dapat tertahankan. “Aku tidak suka kau berteriak padaku. Kutegaskan kembali jangan melakukan hal bodoh itu lagi!” tekannya. Liam yang mendengar tangisan gadis itu semakin membuat kepalanya pusing, hingga membuatnya pergi tanpa sepatah katapun. Pria itu membanting kasar pintu putih apartment dan berlalu pergi keluar. Kaylana tersentak kaget karena pria itu. Kakinya lemas dan tubuhnya jatuh ke lantai. Ia menangis sejadi-jadinya. Gadis itu memeluk tubuhnya yang rapuh, berharap dapat mengantarkan kekuatan yang bisa membuat ia kembali kuat. Selama satu tahun mereka pacaran, Liam tidak pernah melakukan tindakan kasar seperti ini, kalau mereka bertengkar pria itu hanya akan membentaknya lalu meminta maaf setelahnya. Tapi kali ini pria itu berbeda dan telah kelewatan. Ia pikir dulu pria itu dapat berubah seiring mereka bersama, namun ia salah. Liam masih sama seperti dulu, bahkan sekarang lebih buruk dari sebelumnya. Dulu ia pernah mencoba pergi dari pria itu karena telah merasa muak dengan hubungan mereka yang tidak sehat. Namun pria itu malah mengancam akan bunuh diri tepat di depannya, ia tidak sampai hati melakukan itu. Ia telah mencoba untuk mengerti Liam dan menerima semua kekurangannya. Namun, kapan ia dapat di mengerti juga? Andai saja ia memiliki satu kali lagi keberanian untuk memilih pergi dari pria itu, mungkin saja sekarang hidupnya dapat kembali normal. Lalu ia bisa menjalani hidup seperti orang biasa, andai saja… Semakin ia memikirkan itu semakin membuatnya terasa menyedihkan. Ia merindukan ayahnya yang selalu khawatir padanya. Ayahnya adalah seorang pria yang lembut dan tidak pernah melukainya. Jika ayahnya mengetahui keadaannya saat ini, pasti ia akan membela dan melindungi Kaylana dengan hebat. “Ayah hiks… Ana rindu..” tubuhnya gemetar menahan sakit. Di saat seperti ini ia membutuhkan pelukan hangat ayahnya. ‘Bisakah hari ini aku mendapatkan sebuah pelukan? Peluk aku hari ini saja.’ lirihnya pelan entah pada siapa. Ia hanya berbicara pada keheningan malam yang menjadi saksi atas sakitnya. **

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.2K
bc

Menyala Istri Sah!

read
2.3K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
15.5K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
52.9K
bc

After We Met

read
188.5K
bc

Lagi! Jangan Berhenti, Om!

read
14.2K
bc

Unchosen Wife

read
6.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook