Epilog Menikmati keindahan pagi yang tersaji secara gratis seperti ini adalah hal luar biasa dalam hidupku. Tercetak jelas bagaimana raut suami yang masih terlelap di sampingku. Pulas sekali, berbalut dengan selimut mirip seperti bayi. Seolah tak bosan untuk memandangi kesempurnaan ciptaan-Nya, aku ingin sedikit menjahilinya. Alis tebal yang mempertegasnya, hidung mancung, kumis tipis, ah aku menyukai semua itu. “Ngapain kamu lihatin aku kayak gitu? Jatuh cinta lho ntar.” Ish, semua imajinasiku harus buyar begitu saja saat Miko tiba-tiba membuka matanya dan mengagetkanku. “Aku sudah terlanjur jatuh terlalu dalam ke hati kamu, gimana dong.” “Yah, dianya sekarang yang ganti mereceh.” Hahaha, aku tergelak mendengar penuturannya. Karena biasanya Miko paham bahwa aku tak begitu suka denga
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


