3 tahun kemudian.... Angel menatap wajahnya di depan cermim di lemari riasnya. Sebuah gaun berwarna putih menggantung di tubuhnya. Gaun itu sangat simapel namun sangat cocok ditubuh Angel yang mungil. Pernak pernik di rambutnya menambah kadar kecantikannya. Angel terus menerus menatap wajahnya di cermin. Hatinya senang dan gelisah. Bukan hanya itu. Lebih parahnya lagi jantungnya seperti ingin meloncat dari dalam tubuhnya. Ceklek.... Suara pintu kamar Angel di buka muncul seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Meli. Dia tersrnyum hangat kepada Angel. "Kamu cantik banget sayang." Air mata yang sedari tadi Angel tahan pun lolos dari sudut matanya. Meli sangat cemas melihat putrinya menangis. "Kamu kenapa sayang?" Angel hanya menggelengkan kepalanya pelan. Tiba-tiba dia memeluk
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


