Marven memeluk kedua orangnya erat. Mereka berpelukan bagaikan teletubis. Tidak ada yang ingin terpisahkan di antara mereka. Mamanya hanya mengangguk sebagai jawaban. Damian dan lainnya hanya diam. Mereka bingung harus tanya darimana. Perjalanan liku-liku hidupnya sangatlah kelam. Perjuangan mereka lewati secara diam-diam. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Bahkan Damian yang diklaim menjadi anaknya pun tidak tahu. "Ekhem," suara dekheman dari Meli menghentikan aksi mereka bertiga. "Jadi apa hubungannya kamu dengan anak saya? Kenapa kamu ingin membunuhnya." Marven ingin menjawab tapi takut. Dia dan teman-temannya menundukan kepala. "Maaf Tante. Sebenarnya saya ingin balas dendam dengan Damian. Saya iri dengan hidupnya yang selalu dapat kehangatan keluarga. Sedangkan saya hanya

