Sesampai di parkiran sekolah, Marvell dan Angel langsung turun dari motor ninja milik Marvell. Tanpa aba-aba Angel menarik tangan Marvell menuju kantin. Wajah cantiknya kini dia tekuk. Bibir mungilnya kini menjadi tambah mungil. Tapi mimiknya? Seperti orang PMS. Rasa kesal kepada Damian belum kunjung reda. "Kamu kenapa sih, Ngel?" tanya Marvell yang tidak mendapat respon apa-apa. "Kamu PMS?" tanya Marvell lagi. Seperti orang yang b**o yang berbicara sendiri. Tanpa berfikir panjang, Marvell hanya mengikuti kemauan kekasihnya. Bisa apa seorang pria? Dia hanya bisa pasrah menghadapi sikap wanita yang tidak jelas. Saat telah sampai di kantin, Angel mendaratkan bokongnya di kuri kantin. "Pesanin nasi goreng!" perintah Angel. Tanpa berfikir panjang, Marvell memesan nasi goreng dan teh hang

