Hembusan angin malam menerpa rambut milik seorang wanita. Suasana dingin menyelimuti tubuhnya. Bulan dan bintang yang menemani dirinya. Tak terasa cairan bening menetes dari sudut mata membasahi pipi. Air mata itu terus mengalir dan mengalir. Dadanya sesak saat melihat pemandangan menyakitkan hati. Bukan satu kali. Bahkan ini yang ketiga kalinya. Hati bukanlah benda mati yang tak bisa merasakan apapun. Wajah bukanlah dari isi hati. Karena mimik wajah dapat berisi berbagai kebohongan. Hanya hati-lah yang mampu mengetahui rasa sakit dan senang. Kata-kata itu seakan telah merusak hati. Hanya tiga kata saja menusuk hati. "Aku cinta kamu." Kata itu keluar dari pria yang tak lain merupakan kekasihnya. Seharusnya kata itu di berikan untuk dirinya. Tetapi saat ini untuk kakak kelasnya, Maed

