Setelah mengantar Angel pulang, Marvell menancapkan gasnya menuju ke arah jalan rumahnya. Saat di dalam perjalanan pulang, ada dua cwo berbadan besar, berpakaian serba hitam, dan hiasan rantai di celana bagian paha. "Turun!" Dengan santai Marvell turun dari motornya. Bugh Tanpa aba-aba Marvell menonjok perut salah satu laki-laki itu. Wajah memerah dan nafas menggebu-gebu. Salah satu pria itu terkapar lemah. Bugh Bibir Marvell robek terkena bogeman teman preman itu. Darah segar mengalir dari sudut bibir Marvell. "Suruhan siapa hah?" Bugh bugh bugh Marvell memukuli kedua preman itu. Cuaca panas menambah gairah emosi marvell. Keringat bercucuran di dahi Marvell. Selain jago balap, Marvell sebenarnya jago dalam tonjok menonjok. "Gue tanya lagi, lo suruhan siapa?"kata Marvell yang

