Part 22

464 Kata

Embun pagi menghiasi daun. Burung berkicau bagaikan alrm bagi tumbuhan untuk bermekar. Pagi yang  silau matahari menerobos celah jendela. Seorang pria sedang tidur pulas bergelut dengan gulingnya. Tok...tok..tok... Suara ketokan pintu seperti kendang dangdut membuat siapa saja akan terhipnotis. Pria itu semakin mengeratkan pelukan pada gulingnya. Ya, dia adalah Marvell. "Vell, bangun!" suruh ibu Marvell. "Hmm," gumam Marvell seraya menarik selimut sampai ke atas kepalanya. Satu ide muncul di otak ibu Marvell. Ide yang bikin siapa saja akan bangun. Ide yang terkadang membuat seseorang malu karena kebodohannya. "Bangun, Vell. Tadi Angel telfon mencarimu." "Hah? Kapan? Tanya apa, Ma?" tanya Marvell dengan setengah sadar. Rambut acak-acakan. Muka sangat kusut. Itu semua tidak akan meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN