"Tadi malam Reno ngajak balikan." ucapnya sambil menggigit kukunya. "Terus lo terima gak?" Karin menggelengkan kepalanya. Jantungnya berdetak cepat. Rasa takut menyelimuti dirinya. "Belum gue terima." "Kenapa?" Wajah Karin semakin terlihat lesu. "Gue takut, Ngel. Gue takut kalau dia masih aja jadi playboy." "Lo ikutin kata hati aja," ujar Angel seraya mengelus pundak Karin. Tersirat dari mata Karin bahwa dia sedang ada masalah. Balikan bukan masalah sepele. Rasa orang balikan pun berbeda, gak ada greget-gregetnya gimana gitu. Balikan tidak semudah membalikan tangan, begitu juga membalikan hati. Semua butuh proses. Kalaupun jadi hasilnya tidak maksimal. Hanya saja butuh komitmen tinggi dari kedua pihak. "Iya." Mereka berdua melanjutkan makan. Tiba-tiba ada suara toa yang mengejutkan.

