Pria itu menatap Angel dengan tatapan yang sulit diartikan. Auranya menyeramkan membuat Angel menundukan kepala. Tersirat dari wajahnya memerah. Pria itu semakin mendekat dan mendekan. Angel enggan menatap matanya. Dia hanya menatap kedua kakinya dan berjalan mundur hingga mentok di kasurnya. "Jangan mendekat!" Badan Angel gemetar. Dia sangat takut dan melampiaskan ketakutannya itu di seprai. Dia meremas seprainya sampai kucel. "Kenapa kamu bohong. Hmm?" tanya pria itu dengan sringai-sringai di wajahnya. Ohh no, perbuatannya sangat menyeramkan. "Bukan urusan kamu!" Pria itu hanya menghela napas kasar. Dia mendaratkan bokongnya di sampai wanita itu. Perang dingin pun menyelimuti diri mereka. "Kenapa kamu cuek?" "Gak pa-pa." "Karena kejadian di sekolah?" wanita itu hanya diam berpa

