Benar saja seperti yang dikatakan oleh Angga tadi, dia dan Angga baru saja keluar dari ruang ganti seorang perawat sudah memanggilnya, hanya dirinya. Padahal Angga berada juga berada di sampingnya. Namun, Deeva berusaha untuk tak mengindahkan hal ini dan membiarkan perawat itu menunjukkan pasien yang datang. Dia melihat pasien dengan pakaian SMA yang datang. Bagian kaki dan tangannya berdarah, saat melihat ke arah kepala, Deeva menghela napas dalam saat melihat helm full facenya masih di sana. “Siapin penyangga leher, kita lepas helmnya,” ujar Deeva membuat perawat itu dengan cepat berlari. Gerakan Deeva yang cepat menangani pasien yang datang membuat beberapa dokter umum rumah sakit ini hanya mendengus tanpa berusaha membantu Deeva yang mengerjakan semuanya sendirian. Saat melihat pera

