“Wah... pemikiran Chaebol memang beda,” kagum Angga saat mereka keluar dari toilet membuat Deeva mendengus saat Angga mengatakan kata bahasa Korea yang berarti orang kaya atau anak orang kaya. “Chaebol apaan, cebol iye gue,” ujar Deeva gemes dengan ucapan Angga yang seolah mengagung-agungkan dia. Dia melepaskan tangan Angga yang merangkul bahunya lalu menatap temannya itu dengan tatapan yang lelah. “Gue bukan lagi orang yang menghadapi semua gosip ini dengan emosi seperti menangani Rosy dulu.” Deeva menghentikan ucapannya lalu menarik napas dalam, ada rasa sakit hati yang tertinggal di sana, namun gadis itu selalu menutupinya dengan senyumannya yang indah. “Kayaknya kejadian Rosy dulu masih membekas di otak gue. Gue nggak mau bertindak gegabah lagi seperti dulu dan membuat orang-orang

