Some Sixty Nine

1812 Kata

Deeva menarik napas dalam, menatap Angga yang juga kelelahan di sampingnya. Sejak mereka datang tadi pagi. Pasien UGD tak henti-hentinya datang sehingga menguras tenaga mereka. Deeva menatap Angga tak nyaman. Ucapan yang dokter Ayman tunjukan kepadanya membuat Deeva menarik napas dalam. “Stop, melihat gue seperti itu,” dumel Angga yang kini sedang membuka kulkas mini market dan memilih minuman. Setelah mengambil salah satu minuman, dia menutup pintu kulkas lalu menatap Deeva dengan menarik napas dalam. “Bukan salah lo jika doi tertarik,” Angga bersandar di pintu kulkas menatap Deeva dengan kekehan. “Lo cantik, Va. Wajah kedua orang tua Lo yang sempurna itu diturunkan dengan begitu baik. Gue yakin dia bahkan akan lebih tertarik jika melihat mata abu milik lo yang lo tutupi itu,” Angga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN