“Sarapan di hotel kamu lebih menggoda loh,” dengus Deeva saat melihat Reyhan memakan nasi goreng yang dia buat dengan begitu lahap. Dia mendengus melihat Reyhan sepertinya menjadi pengangguran yang selalu ada di dekatnya tanpa berniat untuk bekerja. “Masakan kamu jauh lebih menggoda,” kekehnya membuat Deeva mencebikan bibir. Mendelik ke arah pria yang masih dalam percobaan menjadi kekasihnya ini. Ini hari kedua setelah Reyhan mengutarkan perasaan kepadanya. Dan selama dua hari itupula Reyhan selalu datang di saat yang sangat tepat. Waktu makan. Pria kebo menyebalkan, namun tampan ini selalu tau bahwa dia lebih suka memasak sendiri karena belum mendapatkan makanan yang pas selama di hatinya. “Apa lebih baik aku tinggal di sini aja ya. Kamar bawah kosong.” “Jangan macam-macam!” Ancam D

