Some Seventy Eight : Satu Atap

1944 Kata

“HAN! BANGUN!” teriak Deeva kesal seolah Deja vu dengan kejadian beberapa tahun yang lalu saat dia membangunkan kebo bagong ini dan berakhir dengan Reyhan yang menarik tubuhnya dan membuatnya berakhir di ranjang pria itu. Wajah Deeva memerah mengingat bagaimana saat itu Reyhan berada di atas tubuhnya dengan tubuhnya yang tidak se-atletis sekarang. Bagaimana untuk pertama kali, sepanjang hidupnya jantungnya berdebar dengan begitu cepat hanya dengan Reyhan yang menatapnya lekat seperti itu. Dulu, Mungkin dia bisa mendorong Reyhan hingga membuat pria itu nyungsep di bawah tempat tidur, tapi untuk sekarang, Deeva yakin tak akan pernah bisa untuk mendorong Reyhan seperti dulu. Pesona yang Reyhan perlihatkan sekarang, begitu menggoda untuk dia tolak seperti dulu. Hal itulah yang membuat Deev

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN