21. Ipar

1343 Kata

Aku membuka amplop bonus yang diberikan oleh Bu Widya saat di restoran baso tadi. Setelah kenyang perut ini, ditambah dua bungkus baso untuk makan orang di rumah, serta amplop putih diberikan pada kami bertiga. Aku begitu terharu menerima uang tiga ratus ribu. Tangan ini gemetar saat berhasil menggenggam tiga lembar uang merah yang setelah aku menjadi istri Kang Dadang, aku sudah tidak pernah memegang lembaran merah lebih dari satu. Hari ini, aku bisa menyentuhnya. Bahkan uang itu kudekatkan di hidung untuk mencium aroma uang baru. Tok! Tok! "Mbak Nura, saya pulang ya! Udah saya packing sisa kiriman terakhir, sekalian saya bawa!" Seru Udin dari luar pintu kamar mandi. Lekas kumasukkan uang itu ke dalam dompet. "Iya, Din," jawabku sambil mengusap air mata dengan cepat. Begitu memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN