Sepanjang perjalanan pulang hingga sampai di rumah, aku bungkam. Kang Dadang sungguh keterlaluan telah membuatku seperti ojek saja yang menunggu penumpang makan di restoran. Padahal aku ini istrinya. Jika ia tidak bisa mentraktirku, paling tidak ia bilang sehingga aku tidak keburu melambung tinggi. Aku masuk ke rumah dengan wajah masam dan langsung menuju kamar mandi. Tidak kusiapkan air untuk suamiku karena memang pasti ia sudah kenyang saat di restoran tadi. "Nura, kamu tidak jadi masakkan? Uang dia puluh ribu tadi pagi kembalikan kalau begitu!" Teriaknya dari luar kamar mandi. "Iya ada sama saya. Nanti saya kembalikan." Aku menjawab dengan ekspresi menahan kesal. Begitu selesai mandi, aku mengambil uang dua puluh ribu dari dalam dompet, lalu aku berikan pada Kang Dadang yang ten

