28 Anindira memejamkan mata, sapuan bibir Arga di pundaknya yang dulu pernah legam saat mereka menghabiskan malam pertama di rumah Ibu terasa lembut dan hangat merambat sampai ke hati. "Mana lagi? Di sini?" Arga menyentuh lengan Anindira. Perlahan kembali mendaratkan ciuman lembutnya. Dia ingin menggantikan semua jejak luka di tubuh Anindira dengan jejak baru, jejak yang penuh dengan kasih sayang dan cinta. Anindira hanya memejam dan tidak berusaha menolak. "Aku tahu apapun yang aku lakukan tidak serta menghapus jejak luka di hatimu, maafkan...." Anindira tengadah. Menatap wajah tampan dan mata legam suaminya yang sedikit meredup, rasa bersalah dan penyesalan itu begitu terlihat apalagi saat dia menyingkap kain yang menutup tubuhnya. Malam pertama di rumah Ibu menyisakan banyak gore

