Seseorang

1555 Kata

"Sabar, tahan, ya! Kita akan segera ke rumah sakit." Arga mengusap lembut air mata Anindira, hati-hari mendudukkan tubuh Anindira di jok depan, tidak lupa memakaikan baju hangat di tubuhnya, udara Bandung saat larut malam begitu dingin. Saking dinginnya bahkan menembus sampai ke tulang. Wajah Anindira bukan hanya pucat dan menggigil tapi juga penuh air mata. Menyadari dirinya mengandung dan ada indikasi keguguran membuat Anindira terlihat begitu shock. "Terimakasih, Mas." Anindira berkata lirih. Hatinya makin sedih saat melihat Arga yang begitu khawatir dan berharap bayi mereka baik-baik saja. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang, Arga menyiapkan segala sesuatu untuk pergi ke dokter secepatnya, dengan cekatan dan tidak buang waktu, Arga menggendong tubuh Anindira dan dibawanya ke mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN