42 Rindu? Kata yang pernah Anindira nantikan keluar dari bibir pria di hadapannya dulu saat dirinya menjadi gadis ingusan namun tidak pernah satu kalipun mengucapkannya. Rindu kata yang di impikan keluar dari bibir pria yang dirinya panggil papa, tapi tak sejenak pun menatapnya penuh cinta dan kasih sayang. "Pergilah sendiri. Jangan manja." Anindira mendesah lirih, bayangan saat dirinya sakit dan harus tetap ke sekolah karena ulangan melintas kembali. "Papa, aku pusing." Anindira mengeluh, merasakan kalau tubuhnya terasa lelah dan lemah. Entah mengapa dari semalam Dia merasakan begitu pusing dan mual kala itu, tapi untuk tidak pergi ke sekolah pun rasanya tidak mungkin. Hari itu sedang dilaksanakan penilaian akhir tahun di mana murid-murid diharapkan mengikutinya dari hari pertama s

