42 Memaafkan dan menerima ternyata adalah dua hal yang berbeda. Memaafkan mungkin lebih mudah dari pada menerima kembali, memafkan berarti kita mengikhlaskan apa yang sudah terjadi di masa lalu dan menyadarinya sebagai takdir, tapi menerima adalah membuka pintu hati dan diri untuk menjadikan sosok yang selama ini hanya membuat diri terluka dan menderita menjadi dekat dan hadir kembali dalam hidupnya. Entahlah, Anindira menggeleng kembali. Tak mudah menerima kembali sosok pria yang datang menemuinya, meski dia adalah ayah kandungnya. Anindira belum siap. Anindira menghembuskan napas dengan berat, genggaman tangan Arga yang hangat dan kuat membuat akhirnya bisa berdiri dan berjalan menuju mobil meninggalkan tubuh pria yang berdiri mematung dengan mata berkaca-kaca. "Selamat tinggal, Pap

