"I- ibu, Mas." Bibir Anindira ergerak pelan mengeja nama di layar ponselnya, seketika wajahnya terlihat bahagia saat tahu siapa yang mengirimnya pesan di malam larut, tidak menduga Ibu yang dia rindukan akhir- akhir inilah yang mengiriminya pesan. "Bacalah, ada apa Ibu mengirim pesan malam-malam." Arga yang juga merasa bahagia melihat sangat antusias. Dengan penuh rasa penasaran Anindya bersama Arga segera membuka pesan dari ibu. Sungguh hati mereka menjadi sangat gelisah, takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Meski ibu dan bapak tergolong orang tua yang sehat, tapi rasa khawatir itu dengan cepat menyergap hati Anindira dan Arga. (Maaf, Ibu mengirim pesan larut malam begini. Dari pagi Ibu repot sekali. Selain ada acara arisan keluarga di rumah, Ibu juga bertemu keluarga Wak

