45 Hamparan kebun teh yang membentang di sepanjang jalan yang Arga dan Anindira lalui terasa sejuk, indah dan memanjakan mata. Terbiasa dengan hiruk pikuk kendaraan di seputaran tempat Anindira tinggal yang merupakan daerah kampus dan padat, melihat kembali hijaunya hamparan perkebunan teh seolah mengembalikan pikiran Anindira dan Arga menjadi lebih santai dan fresh. Arga melajukan mobilnya denga. Kecepatan sedang. Lahir dan besar di daerah ini membuat Arga sangat hafal dan memahami jalan yang dilaluinya. Wajah pria itu tampak bahagia dengan binar mata hangat saat tatapannya menyapu jalanan di hadapannya. Perasaan belum lama, dia bolak-balik di jalan ini dengan perasaan kalut saat Anindira pergi kala itu. Entah berapa puluh kali dia melewati jalan ini sampai senja menghilang dengan pera

