Karma

1598 Kata

Hasti menghempaskan tubuhnya yang meski sudah memasuki usia senja, namun tetap ramping dan berisi berkat fitness yang di geluti dengan rajin selama ini, di kursi ruang tengah. Pagi-pagi sekali, Arkan, suaminya sudah pergi dan tidak bilang mau ke mana. Sudah seminggu ini sikap Arkan sangat ketus pada dirinya, membuat Hasti pusing dibuatnya. Apalagi jika dirinya mengingat kehamilan Sherly yang kian membesar, dirinya merasa dunianya berputar tujuh keliling. "Sherly, bicaralah pada Mama, siapa pacarmu yang sudah menodaimu," bujuk Hasti pada putrinya. Meski jelas Sherly sudah berbuat kesalahan yang fatal, namun Hasti tetap memanjakannya dan menuntut Arkan pun melakukan hal yang sama. Hesti masih ingat peristiwa tempo hari saat dirinya membujuk Sherly mengakui pria yang sudah menodainya. "Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN