38 Hidup ternyata bukan semata tentang tertawa tapi juga tentang menangis. Bukan tentang siapa yang pantas menjadi pemenang tapi juga siapa yang pantas mendapat hukuman. Setelah sekian lama takdir selalu memberinya kemenangan manis dan madu kehidupan, kini Hasti merasa bahwa dunianya Tengah berputar dengan posisi dia sedang berada di titik terendah. Titik yang tidak pernah dia bayangkan selama ini, titik di mana dia harus merasakan bagaimana sakitnya menjadi manusia lemah yang terhina dan terbuang. Suara kasak kusuk Bu Imas dan ibu-ibu yang lain di warung Bu de Jum membuat telinganya panas dan merasa terbakar. Langkah Hasti yang lebar dan setengah berlari tak sanggup menghentikan suara-suara dan cekikikan yang dipenuhi suara mencemooh sampai ke telinganya. Suara Bu Imas yang cempreng

