Pria Aneh

1480 Kata

21 Udara subuh yang dingin tidak menyurutkan langkah anindira yang baru pulang dari pasar dengan menenteng belanjaan yang cukup berat. Memakai hijab instan dan tunik biru langit longgar dan celana kulot hitam sederhana, tak mengurangi kecantikan dan keanggunan Anindira yang mantap melangkah menuju kosannya. Udara Bandung waktu subuh terasa dingin, dari kejauhan lampu dari gedung rektorat sebuah universitas swasta yang letaknya dekat dengan kosan Anindira tampak menyala membelah langit Bandung yang masih pekat. Sepanjang jalan yang dilalui, Anindira melihat beberapa penjual makanan yang biasa menjual makanan untuk sarapan menggugah selera. Ada nasi uduk, lontong sayur juga aneka kue basah serta pedagang bubur ayam dan gorengan lengkap dengan lontong isinya. Persis seperti yang Anind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN