Akankah Kita Semakin Dekat?

1591 Kata

22 Di dalam kamar yang sepi, mata Anin sempat terbelalak saat membuka amplop pemberian pria itu. Anin akhirnya tidak punya pilihan, dia menerima amplop berisi uang yang ternyata di dalamnya berisi uang pecahan seratus ribu berjumlah tujuh puluh lembar. Mata Anin berkaca, tak urung hatinya bergetar. Selama ini tak seorang pun pernah memberi uang dalam jumlah sebanyak itu pada dirinya. Tidak Arga suaminya, tidak juga Papa. Tujuh juta. Banyak sekali, hati Anindira terus bergumam, antara tidak percaya, tak enak hati dan juga rasa syukur. "Awas, kalau tidak beli hape. Gak video call sama aku gak apa-apa yang penting orang yang dekat denganmu bisa menghubungi dan mengetahui kabarmu." Kali ini pria itu terlihat tidak bercanda. "Jika ada orang yang kehilangan jejak dan khawatir dengan kea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN