SELAMAT MEMBACA * * * * Adam duduk dengan santai di hadapan Elen dan Anjar yang tengah duduk dengan santai di ruang keluarga menikmati hari libur mereka. “Ada yang mau Adam bicarakan sama Mama,” ucap Adam dengan serius. Elen menatap putranya dengan malas, dia tau apa yang akan putranya itu katakan. “Kenapa?” tanya Elen dengan malas. Anjar yang duduk di sebelah istrinya hanya diam, tidak ikut campur dengan urusan putranya dengan istrinya. “Di mana Adel Ma?” tanya Adam langsung. Dia menatap mamanya dengan pandangan penuh permohonan berharap mamanya akan berbaik hati kali ini. “Mau berapa kali Mama bilang kalau Mama tidak tau, kamu kan suaminya harusnya kamu lebih tau daripada Mama.” Adam menghembuskan nafasnya dengan pelan, ucapan mamanya merupakan sebuah sindiran tajam yang

