SELAMAT MEMBACA **** Elen berdiri diam di tepi ranjang, tangannya bersedekap menatap jengah kearah putranya yang sudah nampak seperti mayat hidup itu. "Mau sampai kapan kamu mengurang diri seperti ini Dam?" Elen sudah tidak tau lagi bagaimana caranya berbicara dengan putranya. Sejak 3 hari yang lalu Adam terus saja mengurung dirinya di dalam kamar, bahkan makan saja harus di paksa dan di antarkan. Dia tidak kekantor dan sama sekali tidak keluar kamar. Elen yakin mungkin saja putranya itu juga tidak mandi dan berganti pakaian. “Kamu ini sebenarnya kenapa sih Dam? Kamu ini bahagia atau menyesal. Adel ada kamu abaikan, dia pergi kamu bertingkah. Jangan kaya anak kecil begini,” ucap Elen dengan nada kesalnya. Tidak ada jawaban apapun dari Adam, dia hanya diam saja dan menutup seluruh

