Gadis itu menggeleng pelan. Tidak, Pelangi tidak akan egois. Suaminya memang harus tau masa lalunya, "Tidak apa-apa mas." ujarnya. "Saat aku naik ke kelas 4 semuanya tampak berubah, tidak ada lagi weekend bersama. Ayah juga jarang pulang ke rumah, dia akan datang dan kemudian pergi entah kemana. Benar-benar hanya ada aku dan bunda di rumah. Aku sering menangis meminta ayah untuk pulang tapi nihil ayah tidak datang juga, entah aku tidak tau dimana saat itu ayah berada. Sampai aku tak sengaja melihat Siska yang notabennya adalah teman sekelasku pulang di jemput dengan ayah. Aku benar-benar tidak percaya melihat ayah menggandeng tangan Siska layaknya ayah yang sering menggandengku dulu, aku menangis ingin mengejarnya namun mereka sudah masuk ke dalam mobil. Aku menangis sesenggukkan sambil m

