Tak habis pikir Pelangi dengan suaminya, bukannya di awal pernikahan dia sendiri yang meminta untuk tidur di kamar yang terpisah. Bahkan ia tidak mengijinkan Pelangi menginjak kamarnya, untuk membersihkannya saja ia menolak mati-matian. Ataukah sekarang laki-laki itu sudah terjerat oleh pesona Pelangi? Entahlah yang tau hanya Gifta dan Tuhannya. Sebuah tangan melingkar di perut rata Pelangi, tak perlu menebak siapa pelakunya pasti tak lain dan tak bukan adalah Gifta, suaminya, siapa lagi kalau bukan laki-laki itu. Toh mereka hanya tinggal berdua. Seperti kebiasaannya setiap hari, menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Pelangi dengan tangan yang memeluk istrinya manja. Ya beginilah Pelangi setiap hari menghadapi bayi besarnya yang manja. Kata siapa Pelangi tidak geli saat lehernya di duse

