Deg.. Rupanya Gifta tau tentang kue itu, tamatlah riwayatnya sekarang. Istrinya itu hanya mampu menyengir sambil menautkan tangannya di lengan suaminya. "Padahal aku sengaja untuk nggak makan apapun, bahkan kue yang di bawa Siska tadi. Aku hanya ingin makan kue dari kamu, tapi malah kamu buang begitu saja," omelnya. Hampir saja mulut Pelangi tak terkatup mendengar omelan dari sang suami. Ia jadi merasa bersalah, kenapa ia harus membuangnya? Tadi ia reflek saat melihat Ziro dan Ozil datang, makanya kue yang tak berdosa itu menjadi korban. "Maaf ya mas?" ujar Pelangi sambil memasang wajah melasnya. Gifta menghembuskan nafas pelan, kalau sudah Pelangi mengeluarkan jurus andalannya Gifta tidak akan berkutik, haha. "Iya," lalu Gifta menaruh kepalanya di paha Pelangi sambil menelungkupka

