Jantung Pelangi berpacu dengan cepat. Sebentar lagi ia akan menerima amukan Gifta, Pelangi tidak berani untuk menoleh. Sekarang yang Pelangi rasakan nyalinya menciut. "Siska," panggil Gifta. Pelangi bernafas lega, Gifta masih tidak sadar. Dia pikir Pelangi adalah Siska. Pelangi memberanikan diri menghadap Gifta, "Aku mau keluar sebentar." Gifta masih di pengaruhi alkohol malam ini, Pelangi selamat. "Aku cinta sama kamu, Siska!" ujar Gifta. Pelangi membeku, hatinya tercubit. Ternyata Gifta mencintai Siska. "Dan aku membenci wanita sialan itu," desisnya msambil menyunggingkan senyum sinis padahal Gifta sedang menutup matanya. Kentara sekali ia sangat membenci wanita yang dia maksud. Wanita sialan? Siapa yang Gifta maksud? Pelangi menerka-nerka dengan ucapan Gifta. Ia semakin penasaran,

