Part 59

1210 Kata

Pelangi mengerjapkan mata seketika bau khas rumah sakit menyeruak di indra penciumannya. Ia masih tidak sadar apa yang terjadi, terakhir yang Pelangi ingat ia sedang menghubungi Bina. Ah iya Bina. Reflek ia bangun dari tidurnya, "Aww!" jeritnya terasa sakit di kepala serta perutnya. "Siapa suruh lo bangun?" suara dingin menginterupsi pergerakannya. Pelangi mendongak, tubuh tegap itu menjulang tinggi di depannya. Pelangi masih tidak percaya, apa benar itu Gifta? Wajahnya masih menampakkan kekagetan yang luar biasa. Apa motif laki-laki itu berada disini? "Mas Gifta," lirih Pelangi. Sedang Gifta hanya meliriknya sekilas lalu memfokuskan diri ke handphonenya lagi. Pelangi menatap Gifta, kenapa laki-laki itu berada disini? Di ruangan ini pun hanya ada dirinya dan Gifta. Padahal jelas-jela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN