"Terima kasih Bin, terima kasih selama ini lo ada buat gue. Lo satu-satunya temen di saat orang lain ngejauh dari gue, lo satu-satunya temen yang ada di saat gue merasa terpuruk, lo satu-satunya temen yang banyak berkorban untuk gue. Terima kasih, tanpa lo mungkin gue nggak akan jadi Pelangi seperti ini. Terima kasih untuk pembelaan yang selama ini lo lakuin demi gue. Mungkin lo banyak kecewa karena gue, gue minta maaf," air mata Pelangi mulai memupuk, ia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Bina. "Jangan tangisi gue ya Bin, nanti air mata lo terbuang sia-sia," lanjutnya. Lalu Pelangi menghela nafas pelan, "Gue ikhlas Bin, setelah lima hari ini gue nggak tenang, gue khawatir akan keadaannya, gue takut dia kenapa-napa bahkan gue sampai lupa untuk sekedar makan dan istirahat. Semua te

