Extra Part 1

1475 Kata

Gifta menatap langit malam dari jendela kamarnya. Laki-laki itu masih betah tinggal di apartemen yang dulu pernah ia singgahi bersama mendiang istrinya, mungkin sangat berat untuknya meninggalkan apartemen tersebut. Tak jarang ia masih meneteskan air mata untuk mengenang mendiang sang istri, rasanya hidup Gifta sia-sia. Hanya Pelangi yang laki-laki itu mau. Di liriknya jam yang berada di pergelangan tangannya, setengah jam lagi ia harus terbang ke Semarang untuk beberapa hari ke depan. Sebenarnya ia malas, namun apa boleh buat sebagai seorang kepala yang menangani sebuah perusahaan ia harus tetap profesional. Gifta mendecak kesal, bisa-bisanya Julian memberikannya tiket penerbangan malam, "Bakal macet sih!" Ia melemparkan tiket tersebut ke meja kerjanya lalu pergi menyiapkan segala kepe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN