Tiga tahun berlalu. Sampai hari ini Gifta masih tak siap untuk datang ke pemakaman Pelangi. Setiap malam Gifta masih berharap ini semua hanyalah mimpi belaka. Benar-benar sunyi hidup Gifta sejak Pelangi pergi meninggalkannya. Gifta lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar dengan membaca jurnal Pelangi, tak ada bosannya ia membaca setiap goresan yang Pelangi tulis disana. Mungkinkah dulu ini yang Pelangi rasakan? "Sudah sekian lama aku memikirkan kamu La, kamu tau sayang aku sangat rindu. Maafkan aku, aku masih belum siap untuk pergi ziarah ke tempatmu. Rasanya masih sakit, belum sempat aku meminta maaf padamu secara langsung tapi kamu malah pergi dulu meninggalkanku," Pintu ruangannya terbuka menampakkan Julian sekertarisnya, "Selamat siang pak, nanti pukul satu siang ada rapa

