Semua menangis di sebuah ruangan rawat inap, tubuh seorang wanita itu kini semakin kritis dan lemah hanya sedikit kemungkinan bahwa ia akan terselamatkan. Karena kehamilannya yang masih muda membuat wanita itu semakin melemah. Tanto menatap wajah putrinya satu-satunya yang terbaring dengan mata tertutup, mungkin tuhan menghukumnya saat ini. Baru saja mereka di pertemukan namun ia harus merasakan kehilangan sang putri. Jika boleh ia ingin menggantikan posisi putri kecilnya sekarang, ia hanya ingin melihat senyum manis terukir di wajah Pelangi sekarang. Ia juga ingin melihat cucunya yang sedang di kandung Pelangi, laki-laki paruh baya itu ingin mendengar cucunya memanggilnya “kakek” "La, ayah kangen. Emang kamu nggak kangen hum?" biasanya anaknya tersebut langsung menyautinya dengan senyum

