"Mana mungkin lo gak tau," sanggah Ziro. Gifta diam ia tidak bisa menjawab, batinnya seolah berperang dengan fikirannya. "Ati-ati!" sahut Ozil. "Kalo gue liat, Pelangi bukan cewek menye-menye kayak yang lain!" "Gue setuju banget pendapat lo Zil!" seru Ziro. Gifta menatap kedua sahabatnya datar. Ia tidak suka mereka berdua membahas Pelangi, itu sama saja membuatnya kembali memikirkan wanita itu. "Ya meskipun dia nggak menonjol kayak Anggun, Glory atau cewek-cewek pentolan kampus lainnya, gue yakin Pelangi banyak yang suka. Apalagi pribadinya yang humble ke semua orang," lanjut Ziro. Terlihat Ozil setuju dengan pendapat Ziro. "Coba kalau bukan istri lo, udah gue pepet deh," Gifta sudah tidak tahan untuk menonjok muka Ziro. Tapi gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui kalau ia sedang c

